Pusat Bahasa UVERS mengadakan technical meeting untuk para orang tua dan calon mahasiswa/i yang akan melanjutkan studi ke Tiongkok periode tahun 2025. Dalam technical meeting ini, disampaikan beberapa hal yang perlu diperhatikan selama berkuliah di Tiongkok, misalnya seperti keperluan-keperluan persiapan kuliah, dan lain sebagainya. Tujuannya adalah agar para calon mahasiswa dapat hidup dan belajar dengan baik di sana tanpa ada kendala, juga meminimalisir segala risiko yang mungkin terjadi.

恭喜各位同学!希望大家学有所成,祝大家一切顺利

Peserta didik Maitreyawira Batam mengikuti kegiatan 2025 “汉语桥” 全球外国人汉语大会书画展获奖名单公布啦!(2025 ChineseBridge Chinese Proficiency Competition for Foreigners across the Globe – Calligraphy and Painting Challenge) yang diselenggarakan oleh 书通中外共画未来 Bridging Cultures with calligraphy and painting. Mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, dan SMK menuangkan ide dan kreativitas mereka melalui seni kaligrafi dan lukisan.

Kebudayaan Tionghoa memiliki warisan nilai-nilai luhur, cerita rakyat, seni, dan tradisi yang telah diwariskan turun-temurun selama ribuan tahun. Memperkenalkan kekayaan budaya ini kepada generasi muda, khususnya mereka yang berada di luar Tiongkok, menjadi langkah penting dalam menjaga identitas budaya dan mempererat hubungan dengan tanah leluhur.

“亲情中华·为你讲故事” adalah sebuah program budaya yang dirancang untuk menyebarkan semangat cinta budaya Tionghoa melalui kegiatan penceritaan dan pembelajaran interaktif. Pada tahun 2025, kegiatan ini diselenggarakan dalam bentuk kamp budaya daring (online) yang terhubung langsung dengan Kota Kunming, Provinsi Yunnan, Tiongkok, pada tanggal 15–24 April 2025.

Kamp ini dilaksanakan tetap menghadirkan pengalaman budaya yang kaya dan interaktif melalui berbagai kegiatan virtual, seperti mendengarkan cerita tradisional Tionghoa, menulis kaligrafi Tiongkok, mengenal musik dan tarian tradisional, serta menyaksikan pertunjukan budaya khas Yunnan secara live streaming.

Partisipasi dalam kamp ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya leluhur, mempererat hubungan emosional dengan akar budaya, sekaligus membangun semangat persahabatan lintas negara di era globalisasi. Selain itu, kegiatan ini juga melatih kreativitas, kemampuan mendengarkan, dan apresiasi seni budaya para peserta melalui pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dan inspiratif.

Peserta yang mengikuti pelatihan ini berjumlah 573 orang yang terdiri dari peserta didik SD Maitreyawira Batam kelas 5E, 5F, 5G, 5H, 6F, 6G yang berjumlah 170 orang  dan peserta didik SMP Maitreyawira Batam kelas 7 Advance 1, 7 Advance 2, 7 Intermediate 1, 7 Intermediate 2, 7 Intermediate 3, 8 Advance, 8 Intermediate 1, 8 Intermediate 2, 8 Intermediate 3, 9 Advance, 9 Intermediate 1, 9 Intermediate 2 yang berjumlah 403 orang.

Opera merupakan salah satu bentuk seni pertunjukan yang menggabungkan musik, drama, dan vokal dengan cara yang unik dan memukau. Opera telah berkembang selama berabad-abad dan memiliki sejarah panjang dan kaya di berbagai budaya di seluruh dunia, khususnya opera dari negara bambu, Tiongkok.

Di Indonesia sendiri, opera masih belum begitu populer dibandingkan dengan jenis musik lainnya. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kurangnya edukasi dan pelatihan tentang opera, serta akses yang terbatas terhadap pertunjukan opera. Seni opera adalah salah satu bentuk seni vokal paling istimewa yang menggabungkan vokal yang kuat dengan ekspresi emosional yang mendalam dan akting yang mengesankan.

Pelatihan Bernyanyi Opera ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang opera, khususnya dalam hal bernyanyi. Pelatihan ini akan memberikan kesempatan bagi para peserta untuk belajar teknik vokal yang tepat untuk opera, serta mempelajari sejarah dan perkembangan opera. Dengan memahami kompleksitas dan tantangan yang terkait dengan seni opera, kegiatan “Pelatihan Bernyanyi Opera” berguna untuk membuka pintu bagi lebih banyak individu untuk mengeksplorasi dan mengembangkan bakat mereka dalam seni vokal yang megah ini. Pelatihan ini berfokus pada pengembangan keterampilan, pelatihan ini diharapkan dapat memperkaya dan memperluas apresiasi terhadap seni opera.

Peserta yang mengikuti pelatihan ini berjumlah 10 orang yang terdiri dari peserta didik SD Maitreyawira Batam, SD Maitreyawira Palembang, SMK Maitreyawira Batam, SMA Maitreyawira Deli Serdang, SMA Metta Maitreyawira dan mahasiswa/i Universitas Universal.

Seiring dengan pesatnya perkembangan zaman dan perkembangan kebudayaan Tiongkok, bahasa Mandarin juga mengalami perkembangan pesat, terutama di Indonesia. Saat ini, bahasa Mandarin tidak hanya diminati oleh kalangan pelajar di Indonesia, tetapi masyarakat dari berbagai kalangan seperti karyawan, pengusaha dan lainnya juga sudah mulai mempelajari bahasa Mandarin. Ditambah lagi saat ini perkembangan akan kebutuhan penguasaan bahasa Mandarin semakin meningkat. Peningkatan ini diawali sejak Tiongkok membuka diri untuk menjalin kerjasama dengan negara lain. Saat ini, Tiongkok juga merupakan salah satu negara yang memiliki kekuatan ekonomi yang cukup berpengaruh di pasar global. 

Berbicara tentang China dan Tiongkok, negara yang dijuluki sebagai negara bambu tirai ini juga memiliki ciri khas yang membuat negara tersebut istimewa, salah satunya adalah lukisan tradisional Tiongkok. Lukisan tradisional Tiongkok merupakan salah satu tradisi artistik tertua yang masih berlanjut di dunia lukisan dalam gaya tradisional sekarang. Lukisan tradisional secara esensial melibatkan teknik yang sama dengan kaligrafi dan diselesaikan dengan kuas yang dicelupkan dalam tinta hitam atau pigmen berwarna, minyak tidak digunakan. Bahan dasar yang digunakan hanya kertas dan kuas dan pewarna. 

Oleh karena itu, selain belajar bahasa mandarin, anak-anak juga harus belajar budaya Tiongkok salah satunya adalah Lukisan tradisional Tiongkok. 

 Lewat pelatihan ini, siswa/i mempelajari teknik dasar lukisan tradisional Tiongkok, jenis-jenis lukisan dan cara-cara melukis yang baik.

Peserta yang mengikuti pelatihan ini berjumlah 28 orang yang terdiri dari para peserta didik SD Maitreyawira Bali, SMP Maitreyawira Bali, SD Maitreyawira Deli Serdang, SMP Maitreyawira Deli Serdang, SMA Maitreyawira Deli Serdang, SMA Maitreyawira Palembang, SMK Maitreyawira Tanjungpinang, SD Metta Maitreya, SMP Metta Maitreyawira, SMA Metta Maitreya dan mahasiswa/i Universitas Universal.

Seiring dengan lajunya perkembangan zaman dan perkembangan kebudayaan Tiongkok, bahasa mandarin juga mengalami perkembangan yang tak kalah pesat, terutama di Indonesia. Saat ini, bahasa mandarin tidak hanya diminati oleh kalangan pelajar di Indonesia, tetapi masyarakat dari berbagai kalangan seperti karyawan, pengusaha dan lainnya juga perlahan mulai mempelajari bahasa Mandarin. Ditambah, saat ini perkembangan akan kebutuhan penguasaan bahasa Mandarin semakin meningkat. Peningkatan ini diawali sejak Tiongkok yang membuka diri untuk menjalin kerjasama bisnis maupun nonbisnis dengan negara lain. Saat ini, Tiongkok juga merupakan salah satu negara yang memiliki kekuatan ekonomi yang cukup berpengaruh di pasar global. 

Berbicara tentang China dan Tiongkok, negara yang dijuluki sebagai negara bambu tirai ini juga memiliki ciri khas yang membuat Negara tersebut istimewa, salah satunya adalah seni kaligrafi. Seni kaligrafi adalah seni menulis tanda-tanda bahasa. Kaligrafi Mandarin ditandai dengan orisinalitas dan kekayaan tulisan China. Kaligrafi Cina memungkinkan bidang ekspresi artistik yang sangat luas.

Kaligrafi juga dapat didefinisikan sebagai teknik menulis indah karakter Hanzi (Aksara Tionghoa) dengan menggunakan tinta yang dituangkan dalam media tulis. Kuas, tinta, kertas, dan bak tinta diperlukan untuk dapat melakukan seni lukis indah ini. Kaligrafi Tiongkok adalah salah satu kebudayaan yang dimiliki oleh China dan merupakan salah satu jenis kaligrafi yang tertua dalam sejarah peradaban manusia.

Oleh karena itu, selain belajar bahasa mandarin, siswa/i juga disarankan mempelajari budaya Tiongkok salah satunya adalah Kaligrafi Mandarin (中国书法).

Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, peserta dapat mempelajari dan menguasai teknik dari seni kaligrafi mandarin.

Peserta yang mengikuti pelatihan ini berjumlah 31 orang yang terdiri dari peserta didik SD Maitreyawira Bali, SMK Maitreyawira Batam, SMA Maitreyawira Batam, SMA Maitreyawira Deli Serdang, SMP Maitreyawira Deli Serdang, SMA Maitreyawira Palembang, SMK Maitreyawira Tanjungpinang SD Metta Maitreya, SMP Metta Maitreyawira, SMA Metta Maitreyawira dan mahasiswa/i Universitas Universal.

Seruling Tiongkok, atau yang dikenal juga dengan sebutan “dizi”, adalah alat musik tradisional yang memiliki sejarah panjang dan kaya di Tiongkok. Seiring dengan keberlanjutan budaya tradisional dan peningkatan minat terhadap seni pertunjukan, minat masyarakat terhadap mempelajari instrumen musik tradisional Tiongkok seperti seruling Tiongkok juga semakin meningkat.

Di Indonesia, terdapat minat yang signifikan dari masyarakat dalam mempelajari budaya Tiongkok, termasuk musik tradisionalnya. Seruling Tiongkok menjadi salah satu instrumen yang menarik minat karena keindahan suaranya dan kemampuannya dalam mengungkapkan emosi yang mendalam melalui melodi yang khas.

Meskipun minat tersebut ada, pelatihan formal atau akses ke informasi yang tepat untuk mempelajari seruling Tiongkok seringkali terbatas di Indonesia. Keterbatasan sumber daya, termasuk instruktur yang berkualitas dan bahan pembelajaran yang sesuai, sering menjadi hambatan bagi individu yang tertarik untuk mempelajari instrumen ini.

Oleh karena itu, diselenggarakannya sebuah pelatihan seruling Tiongkok dapat menjadi langkah yang penting untuk memenuhi kebutuhan akan pelatihan formal dalam memainkan instrumen tersebut. Pelatihan ini tidak hanya akan memberikan akses kepada para peserta untuk belajar instrumen musik tradisional Tiongkok, tetapi juga akan membantu dalam memperluas pengetahuan dan apresiasi terhadap seni musik tradisional Tiongkok di Indonesia.

Dalam rangka menjawab kebutuhan tersebut, Universitas Universal mengadakan kegiatan “Pelatihan Seruling 2025 (Periode 2)”. Melalui kegiatan ini, kami bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat Indonesia untuk mempelajari dan mengembangkan keterampilan dalam memainkan instrumen musik tradisional Tiongkok yang indah dan kaya sejarah ini.

Peserta yang mengikuti pelatihan ini berjumlah 16 orang yang terdiri dari peserta didik SMP, SMA dan SMK Maitreyawira Batam.

Dalam era globalisasi yang terus berkembang pesat, kemampuan berbahasa asing, terutama bahasa yang menjadi aspek utama dalam dunia bisnis, telah menjadi kompetensi yang sangat penting. Salah satu bahasa yang semakin mendominasi panggung internasional adalah Mandarin, yang bukan hanya digunakan di Tiongkok, tetapi juga memiliki pengaruh besar dalam berbagai aspek ekonomi global.

Indonesia, sebagai negara dengan ekonomi yang berkembang pesat, memerlukan generasi yang tidak hanya siap menghadapi tantangan global tetapi juga mampu memanfaatkan peluang yang ada di pasar internasional. Untuk itu, penguasaan bahasa Mandarin menjadi salah satu kunci utama dalam mempersiapkan para pelajar untuk memasuki dunia kerja yang semakin kompetitif dan terhubung secara global.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan tersebut, IEEC bekerja sama dengan Universitas Universal menyelenggarakan kegiatan “Pelatihan Bahasa Bisnis Mandarin 2025”. Program ini dijalankan untuk siswa-siswa SMA/K Maitreyawira, yang merupakan generasi muda dengan potensi besar untuk berkontribusi dalam berbagai sektor bisnis di masa depan.

Pelatihan ini dilaksanakan mulai bulan Agustus hingga November 2024 dan bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam bahasa Mandarin dengan fokus pada terminologi dan praktik bisnis. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan peserta tidak hanya dapat berkomunikasi secara efektif dalam konteks bisnis tetapi juga memahami dinamika pasar dan budaya bisnis China yang sangat relevan dalam konteks global.

Berdasarkan latar belakang di atas, IEEC dan Universitas Universal merupakan langkah strategis dalam memberikan akses pendidikan berkualitas tinggi. Program ini tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada peserta dalam bentuk keterampilan bahasa tetapi juga memperluas wawasan mereka tentang peluang bisnis internasional. Dengan dukungan dan komitmen dari kedua institusi ini, diharapkan “Pelatihan Bahasa Bisnis Mandarin 2025” akan memberikan dampak positif yang signifikan, tidak hanya bagi peserta tetapi juga bagi masyarakat dan dunia bisnis secara umum.

Peserta yang mengikuti pelatihan ini secara keseluruhan berjumlah 85 orang yang terdiri dari peserta didik SMA Maitreyawira Batam, SMA Maitreyawira Jakarta, SMA Maitreyawira Deli Serdang, dan SMA Keluarga Universal, Belitung.

Seiring dengan pesatnya perkembangan zaman dan kebudayaan Tiongkok di Indonesia, bahasa Mandarin tentunya turut mengalami perkembangan yang cukup pesat. Saat ini, bahasa Mandarin tidak hanya diminati oleh kalangan pelajar di Indonesia, tetapi masyarakat dari berbagai kalangan seperti karyawan, pengusaha dan lainnya juga sudah mulai mempelajari bahasa Mandarin. Terlebih, perkembangan akan kebutuhan penguasaan bahasa Mandarin semakin juga telah bertambah peminatnya. Peningkatan atas peminatan bahasa Mandarin ini diawali sejak Tiongkok membuka diri untuk menjalin kerjasama dengan negara lain. Tiongkok juga merupakan salah satu negara yang memiliki kekuatan ekonomi yang cukup berpengaruh di pasar global, khususnya di Indonesia.

Berdasarkan dari hal inilah, telah dibukanya berbagai tempat di Indonesia yang mempelajari bahasa Mandarin, baik pendidikan formal maupun non-formal contohnya seperti adanya pelajaran bahasa Mandarin di sekolah, pusat bimbingan belajar khusus bahasa Mandarin, guru privat, dan lain sebagainya. Dalam hal ini, pendidikan formal seperti sekolah tentu diharapkan dapat berperan sebagai sarana utama anak dalam mencapai mimpi mereka, karena itulah sekolah dapat menjadi sarana yang mumpuni bagi siswa/i dalam meningkatkan ilmu pengetahuan mereka dalam berbahasa mandarin baik secara lisan maupun esai. Adapun cara yang dapat dijalankan oleh pihak sekolah dalam memenuhi misi memajukan anak dalam berbahasa mandarin lisan dan non-lisan adalah dengan mengadakan pelatihan bahasa mandarin dengan basis pengajaran mandarin secara internasional yang dinamakan pembelajaran HSK (Hànyǔ Shuǐpíng Kǎoshì 汉语水平考试).

HSK merupakan sejenis  ujian standardisasi untuk mengukur kemahiran berbahasa mandarin bagi siswa maupun mahasiswa internasional. HSK terdiri dari 6 level atau tingkatan yaitu mulai dari level 1 sampai dengan level 6. Ujian standarisasi mandarin berbasis internasional ini menjadi bekal peserta untuk dapat melanjutkan studi ke Tiongkok. Setelah siswa/i menjalankan ujian HSK, siswa/i akan mendapatkan sertifikat HSK.

Peserta yang mengikuti pelatihan ini secara keseluruhan berjumlah 215 orang. Peserta didik SD berjumlah 102 orang yang terdiri dari SD Maitreyawira Batam. Peserta didik SMP berjumlah 51 orang yang terdiri dari siswa/i SMP Maitreyawira Batam, SMP Maitreyawira Tanjungpinang, dam SMP Maitreyawira Jakarta. Peserta didik SMA/K berjumlah 62 orang yang terdiri dari siswa/i SMA Maitreyawira Batam, SMA Maitreyawira Tanjungpinang, SMK Maitreyawira Batam dan SMK Maitreyawira Tanjungpinang.

Tahun Baru Imlek atau Chunjie (春节) merupakan salah satu perayaan budaya yang sangat penting bagi masyarakat Tionghoa di seluruh dunia. Lebih dari sekadar perayaan tahun baru, Imlek mencerminkan nilai-nilai luhur seperti penghormatan terhadap leluhur, kebersamaan keluarga, harapan akan masa depan yang lebih baik, dan penghargaan terhadap tradisi. Di tengah dinamika zaman yang terus berubah, terutama bagi generasi muda keturunan Tionghoa yang tinggal di luar Tiongkok, penting untuk menjaga kedekatan mereka dengan akar budaya dan identitas leluhurnya.

Sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian budaya Tionghoa dan upaya mendekatkan generasi muda diaspora kepada warisan budaya mereka, Yunnan Province Kunming Qiaolian menggelar kegiatan bertajuk “2025年‘亲情中华·我与春节的故事’网上营”. Kamp ini diselenggarakan secara daring dan berskala internasional, dengan peserta dari Indonesia.

Menyambut baik inisiatif tersebut, SD, SMA, dan SMK Maitreyawira Batam diberi kesempatan untuk berpartisipasi aktif dalam kamp ini yang dilaksanakan pada tanggal 22 hingga 26 Januari 2025. Para siswa yang terlibat berasal dari berbagai jenjang pendidikan dan mengikuti serangkaian kegiatan edukatif yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mereka terhadap makna Imlek serta menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya Tionghoa.

Peserta yang mengikuti pelatihan ini berjumlah 101 orang yang terdiri dari peserta didik SD Maitreyawira Batam yang berjumlah 66 orang, peserta didik SMA Maitreyawira Batam yang berjumlah 23 orang dan peserta didik SMK Maitreyawira Batam yang berjumlah 12 orang.

Scroll to Top