Dalam era globalisasi yang semakin pesat, kepentingan untuk memahami keindahan budaya serta bahasa Tiongkok menjadi semakin mendesak. Bahasa Mandarin, yang telah menjadi salah satu bahasa yang paling banyak digunakan di dunia, menawarkan cakupan kultural dan sejarah yang luar biasa. Kegiatan “2024 “Chinese Bridge” Online Program” bertujuan untuk memberikan pengalaman pembelajaran yang mendalam, menggabungkan keindahan seni Tiongkok dengan pemahaman mendalam terhadap kekayaan budayanya. “Chinese Bridge” Online Program merupakan program pembelajaran bahasa Mandarin secara online yang dirancang untuk mahasiswa internasional dari seluruh dunia. Program ini menawarkan berbagai macam modul pembelajaran yang menarik dan interaktif, termasuk kelas bahasa Mandarin, wawasan tentang budaya Tiongkok dan daerah Chengdu. Melalui program ini, mahasiswa internasional mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Mandarin mereka, mempelajari budaya Tiongkok yang mendalam, dan menjalin pertemanan baru dengan mahasiswa dari seluruh dunia. SWUFE (Southwestern University of Finance and Economics) memiliki pengalaman dalam menyelenggarakan program pertukaran budaya dan pendidikan internasional. Universitas ini telah menjalin kerjasama dengan berbagai universitas ternama di seluruh dunia dan telah berhasil menyelenggarakan berbagai program pertukaran mahasiswa dan program pelatihan bahasa Mandarin. Program ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan persahabatan antar budaya, serta mendorong kerjasama internasional di bidang pendidikan.

Dalam era globalisasi ini, kemampuan berkomunikasi dan public speaking menjadi salah satu keahlian yang sangat dibutuhkan. Baik dalam dunia pendidikan, bisnis, maupun organisasi, kemampuan tersebut menjadi kunci untuk meraih kesuksesan. Salah satu aspek penting dalam public speaking adalah kemampuan menjadi Master of Ceremony (MC). Seorang MC yang handal mampu membawakan acara dengan lancar, menarik, dan profesional, sehingga acara tersebut dapat berjalan dengan sukses. Menyadari pentingnya kemampuan MC, maka Universitas Universal mengadakan pelatihan yang berkualitas untuk membekali para siswa/i dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi MC yang handal. Pelatihan “Master of Ceremony 2024 oleh Native Speaker” ini diikuti oleh siswa/i SMA Maitreyawira Batam dan SMK Maitreyawira Batam. Pelatihan ini akan dipandu oleh native speaker yang berpengalaman dan profesional di bidang public speaking. Para peserta akan mendapatkan materi pelatihan yang komprehensif dan sesuai dengan standar internasional. Oleh karena itu, Universitas Universal berniat untuk menyelenggarakan pelatihan yang berjudul, “Pelatihan Master of Ceremony 2024 (2024 主持人培训)”.

Sebagai upaya untuk memperluas pengetahuan bahasa Mandarin dan meningkatkan kemampuan berkomunikasi lisan peserta, Pusat Bahasa UVERS menyelenggarakan pelatihan HSKK 2024 口语培训 (pelatihan berbicara) yang dipandu oleh seorang pembicara asli (native speaker). Pelatihan ini diselenggarakan sebagai respons terhadap meningkatnya minat dan kebutuhan akan keterampilan berbicara bahasa Mandarin dalam konteks akademis, profesional, dan budaya di Indonesia. Bahasa Mandarin adalah salah satu bahasa paling penting di dunia saat ini, dengan lebih dari satu miliar penutur di seluruh dunia. Dengan demikian, memiliki kemampuan berbicara yang baik dalam bahasa ini memberikan keunggulan kompetitif yang signifikan di berbagai bidang, termasuk bisnis, diplomasi, budaya, dan akademis. Pelatihan HSKK 2024 口语培训 bertujuan untuk memberikan platform bagi peserta untuk mengasah kemampuan berbicara Mandarin mereka melalui berbagai kegiatan praktis, simulasi, dan diskusi yang dipandu oleh seorang pembicara asli. Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta dapat meningkatkan kepercayaan diri, kefasihan, dan kejelasan dalam berkomunikasi lisan dalam bahasa Mandarin. Dengan dukungan dari keaktifan dari peserta pelatihan, Pusat Bahasa UVERS dapat menyelenggarakan pelatihan ini secara efektif dan efisien, memberikan para peserta pengalaman belajar yang berharga dan bermanfaat.

Seiring dengan pesatnya perkembangan zaman dan kebudayaan Tiongkok di Indonesia, bahasa Mandarin tentunya turut mengalami perkembangan yang cukup pesat. Saat ini, bahasa Mandarin tidak hanya diminati oleh kalangan pelajar di Indonesia, tetapi masyarakat dari berbagai kalangan seperti karyawan, pengusaha dan lainnya juga sudah mulai mempelajari bahasa Mandarin. Terlebih, perkembangan akan kebutuhan penguasaan bahasa Mandarin semakin juga telah bertambah peminatnya. Peningkatan atas peminatan bahasa Mandarin ini diawali sejak Tiongkok membuka diri untuk menjalin kerjasama dengan negara lain. Tiongkok juga merupakan salah satu negara yang memiliki kekuatan ekonomi yang cukup berpengaruh di pasar global, khususnya di Indonesia. Berdasarkan dari hal inilah, telah dibukanya berbagai tempat di Indonesia yang mempelajari bahasa Mandarin, baik pendidikan formal maupun non-formal contohnya seperti adanya pelajaran bahasa Mandarin di sekolah, pusat bimbingan belajar khusus bahasa Mandarin, guru privat, dan lain sebagainya. Dalam hal ini, pendidikan formal seperti sekolah tentu diharapkan dapat berperan sebagai sarana utama anak dalam mencapai mimpi mereka, karena itulah sekolah dapat menjadi sarana yang mumpuni bagi siswa/i dalam meningkatkan ilmu pengetahuan mereka dalam berbahasa mandarin baik secara lisan maupun esai. Adapun cara yang dapat dijalankan oleh pihak sekolah dalam memenuhi misi memajukan anak dalam berbahasa mandarin lisan dan non-lisan adalah dengan mengadakan pelatihan bahasa mandarin dengan basis pengajaran mandarin secara internasional yang dinamakan pembelajaran HSK (Hànyǔ Shuǐpíng Kǎoshì 汉语水平考试). HSK merupakan sejenis  ujian standardisasi untuk mengukur kemahiran berbahasa mandarin bagi siswa maupun mahasiswa internasional. HSK terdiri dari 6 level atau tingkatan yaitu mulai dari level 1 sampai dengan level 6. Ujian standarisasi mandarin berbasis internasional ini menjadi bekal peserta untuk dapat melanjutkan studi ke Tiongkok. Setelah siswa/i menjalankan ujian HSK, siswa/i akan mendapatkan sertifikat HSK. Oleh karena itu, Universitas Universal menyelenggarakan pelatihan yang berjudul, “Pelatihan HSK 4 oleh Native Speaker”.

Seiring dengan pesatnya perkembangan zaman dan kebudayaan Tiongkok di Indonesia, bahasa Mandarin tentunya turut mengalami perkembangan yang cukup pesat. Saat ini, bahasa Mandarin tidak hanya diminati oleh kalangan pelajar di Indonesia, tetapi masyarakat dari berbagai kalangan seperti karyawan, pengusaha dan lainnya juga sudah mulai mempelajari bahasa Mandarin. Terlebih, perkembangan akan kebutuhan penguasaan bahasa Mandarin semakin juga telah bertambah peminatnya. Peningkatan atas peminatan bahasa Mandarin ini diawali sejak Tiongkok membuka diri untuk menjalin kerjasama dengan negara lain. Tiongkok juga merupakan salah satu negara yang memiliki kekuatan ekonomi yang cukup berpengaruh di pasar global, khususnya di Indonesia. Berdasarkan dari hal inilah, telah dibukanya berbagai tempat di Indonesia yang mempelajari bahasa Mandarin, baik pendidikan formal maupun non-formal contohnya seperti adanya pelajaran bahasa Mandarin di sekolah, pusat bimbingan belajar khusus bahasa Mandarin, guru privat, dan lain sebagainya. Dalam hal ini, pendidikan formal seperti sekolah tentu diharapkan dapat berperan sebagai sarana utama anak dalam mencapai mimpi mereka, karena itulah sekolah dapat menjadi sarana yang mumpuni bagi siswa/i dalam meningkatkan ilmu pengetahuan mereka dalam berbahasa mandarin baik secara lisan maupun esai. Adapun cara yang dapat dijalankan oleh pihak sekolah dalam memenuhi misi memajukan anak dalam berbahasa mandarin lisan dan non-lisan adalah dengan mengadakan pelatihan bahasa mandarin dengan basis pengajaran mandarin secara internasional yang dinamakan pembelajaran HSK (Hànyǔ Shuǐpíng Kǎoshì 汉语水平考试). HSK merupakan sejenis  ujian standardisasi untuk mengukur kemahiran berbahasa mandarin bagi siswa maupun mahasiswa internasional. HSK terdiri dari 6 level atau tingkatan yaitu mulai dari level 1 sampai dengan level 6. Ujian standarisasi mandarin berbasis internasional ini menjadi bekal peserta untuk dapat melanjutkan studi ke Tiongkok. Setelah siswa/i menjalankan ujian HSK, siswa/i akan mendapatkan sertifikat HSK. Oleh karena itu, Universitas Universal menyelenggarakan pelatihan yang berjudul, “Pelatihan HSK 5 oleh Native Speaker”.

Dalam era globalisasi yang semakin berkembang pesat, penting bagi individu untuk memiliki keterampilan bahasa yang luas dan mendalam. Salah satu bahasa yang semakin diminati adalah Bahasa Mandarin, yang menjadi bahasa resmi Republik Rakyat Tiongkok dan memiliki pengaruh yang signifikan dalam dunia bisnis, perdagangan, budaya, dan diplomasi internasional. Di Indonesia, minat terhadap pembelajaran Bahasa Mandarin terus meningkat seiring dengan hubungan ekonomi yang semakin erat antara Indonesia dan Tiongkok. Banyak individu yang ingin mempelajari Bahasa Mandarin untuk meningkatkan peluang karir, memperluas jaringan bisnis, atau sekadar mengeksplorasi budaya Tiongkok yang kaya. Namun, pembelajaran Bahasa Mandarin sering dihadapi oleh beberapa hambatan, terutama bagi anak-anak Sekolah Dasar. Bahasa ini memiliki sistem penulisan yang berbeda, pengucapan yang sulit, dan struktur kalimat yang kompleks. Selain itu, kegiatan pembelajaran yang monoton dan kurang menarik dapat menurunkan minat dan motivasi belajar. Untuk mengatasi tantangan tersebut, penggunaan teknologi dalam pembelajaran Bahasa Mandarin telah menjadi alternatif yang menjanjikan. Salah satu teknologi yang dapat digunakan adalah animasi belajar, yang menggabungkan elemen visual dan audio secara interaktif untuk membantu pembelajaran menjadi lebih menarik, mudah dipahami, dan menyenangkan. Melalui animasi belajar, peserta didik dapat lebih mudah memahami konsep-konsep dasar Bahasa Mandarin, memperbaiki pengucapan, dan meningkatkan kemampuan berkomunikasi. Dengan pendekatan yang inovatif ini, diharapkan minat dan motivasi belajar Bahasa Mandarin akan meningkat, serta menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih dinamis dan efektif. Dalam rangka memenuhi kebutuhan tersebut, Universitas Universal bekerjasama dengan IEEC dalam mengadakan kegiatan “Pelatihan Animasi Belajar Bahasa Mandarin 2024 (Periode I)”. Melalui kegiatan ini, kami bertujuan untuk menyediakan platform pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan bagi para peserta didik yang ingin mempelajari Bahasa Mandarin. Peserta yang mengikuti pelatihan ini secara keseluruhan berjumlah 106 orang. Keseluruhan peserta berasal dari Sekolah Maitreyawira Batam, SD Keluarga Universal, Maitreyawira School Jakarta, SD Maitreyawira Tanjungpinang, SD Maitreyawira Deli Serdang.

Seiring dengan pesatnya perkembangan zaman dan kebudayaan Tiongkok di Indonesia, bahasa Mandarin tentunya turut mengalami perkembangan yang cukup pesat. Saat ini, bahasa Mandarin tidak hanya diminati oleh kalangan pelajar di Indonesia, tetapi masyarakat dari berbagai kalangan seperti karyawan, pengusaha dan lainnya juga sudah mulai mempelajari bahasa Mandarin. Terlebih, perkembangan akan kebutuhan penguasaan bahasa Mandarin semakin juga telah bertambah peminatnya. Peningkatan atas peminatan bahasa Mandarin ini diawali sejak Tiongkok membuka diri untuk menjalin kerjasama dengan negara lain. Tiongkok juga merupakan salah satu negara yang memiliki kekuatan ekonomi yang cukup berpengaruh di pasar global, khususnya di Indonesia. Berdasarkan dari hal inilah, telah dibukanya berbagai tempat di Indonesia yang mempelajari bahasa Mandarin, baik pendidikan formal maupun non-formal contohnya seperti adanya pelajaran bahasa Mandarin di sekolah, pusat bimbingan belajar khusus bahasa Mandarin, guru privat, dan lain sebagainya. Dalam hal ini, pendidikan formal seperti sekolah tentu diharapkan dapat berperan sebagai sarana utama anak dalam mencapai mimpi mereka, karena itulah sekolah dapat menjadi sarana yang mumpuni bagi siswa/i dalam meningkatkan ilmu pengetahuan mereka dalam berbahasa mandarin baik secara lisan maupun esai. Adapun cara yang dapat dijalankan oleh pihak sekolah dalam memenuhi misi memajukan anak dalam berbahasa mandarin lisan dan non-lisan adalah dengan mengadakan pelatihan bahasa mandarin dengan basis pengajaran mandarin secara internasional yang dinamakan pembelajaran HSK (Hànyǔ Shuǐpíng Kǎoshì 汉语水平考试). HSK merupakan sejenis  ujian standardisasi untuk mengukur kemahiran berbahasa mandarin bagi siswa maupun mahasiswa internasiona. HSK terdiri dari 6 level atau tingkatan yaitu mulai dari level 1 sampai dengan level 6. Ujian standarisasi mandarin berbasis internasional ini menjadi bekal peserta untuk dapat melanjutkan studi ke Tiongkok. Setelah siswa/i menjalankan ujian HSK, siswa/i akan mendapatkan sertifikat HSK. Oleh karena itu, Universitas Universal melakukan kerjasama bersama IEEC dalam menyelenggarakan pelatihan yang berjudul, “Pelatihan HSK 1, 2 & 3 (Periode I)”.

Dalam era globalisasi dan interkoneksi antarnegara, bahasa Mandarin semakin menjadi salah satu bahasa yang paling dicari dan dipelajari di dunia. Demikianlah ujian Hanyu Shuiping Kaoshi (HSK) telah menjadi standar internasional untuk mengevaluasi tingkat kemampuan berbahasa Mandarin bagi non-natif, memberikan gambaran objektif tentang kemahiran dalam berkomunikasi dalam bahasa Mandarin. Untuk memastikan keberlanjutan dan keberhasilan ujian HSK di berbagai negara, penting untuk melibatkan teknisi dan pengawas HSK yang terlatih dengan baik. Teknisi HSK memiliki peran kunci dalam memastikan sistem ujian berjalan dengan lancar. Mereka harus memahami teknologi yang digunakan, termasuk perangkat lunak dan perangkat keras, serta memiliki kemampuan untuk menangani potensi masalah teknis. Selain itu, pengawas HSK bertanggung jawab untuk memastikan bahwa proses ujian berlangsung adil dan sesuai dengan pedoman yang ditetapkan oleh Hanban. Mereka perlu memahami etika pengawasan ujian, mengidentifikasi tindakan kecurangan, dan memberikan lingkungan ujian yang kondusif bagi peserta. Pelatihan teknisi dan pengawas HSK menjadi langkah krusial dalam memastikan bahwa mereka memiliki pengetahuan teknis dan pemahaman etika yang diperlukan. Dengan perubahan teknologi dan dinamika ujian yang terus berkembang, pelatihan ini memastikan bahwa teknisi dan pengawas tetap terkini dengan perubahan tersebut. Dengan demikian, laporan ini akan menyajikan analisis mendalam tentang pentingnya pelatihan dalam mendukung kelancaran dan integritas ujian HSK, serta bagaimana hal ini berkontribusi pada keberhasilan penyebaran dan penerimaan bahasa Tionghoa secara global.

Kamp 2023 “Chinese Bridge” Online Group Project Curriculum, dengan tema “Flying to China, Looking up at the Universe” atau dalam bahasa Mandarin, “飞天华夏,仰观宇宙”(共七天), merupakan inisiatif untuk membawa peserta lebih jauh dalam pemahaman tentang bahasa dan budaya Tiongkok. Dalam era globalisasi ini, pemahaman terhadap keberagaman budaya dan keterampilan berbahasa Mandarin menjadi semakin penting. Kamp ini dirancang untuk memperdalam pengetahuan tentang aspek-aspek kaya dari budaya Tiongkok, sambil merangsang minat mereka terhadap eksplorasi pemikiran tentang bahasa Mandarin. Selama tujuh hari, kamp ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk merasakan keindahan dan kekayaan budaya Tiongkok melalui kegiatan daring. Melalui penggabungan elemen budaya, diharapkan kamp ini mampu memberikan pengalaman belajar yang menyeluruh dan mendalam bagi peserta, meningkatkan pemahaman mereka tentang bahasa Mandarin dan merangsang rasa ingin tahu terhadap warisan budaya Tiongkok. Kamp “Chinese Bridge” 2023 menjadi langkah terdepan dalam memberikan pengalaman belajar yang terintegrasi, menyatukan aspek kebudayaan dan bahasa. Dengan memadukan elemen kreatif dan edukatif, diharapkan kamp ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan pada pengembangan peserta, mempersiapkan mereka untuk menjadi individu yang lebih berpengetahuan dan terhubung dengan budaya global.

Dunia pendidikan semakin berkembang seiring dengan perkembangan teknologi dan konektivitas global. Salah satu upaya untuk memajukan pembelajaran bahasa Tionghoa (Mandarin) adalah melalui program “Chinese Bridge” yang diselenggarakan secara daring. Program ini bertujuan untuk memfasilitasi pembelajaran bahasa Tionghoa dengan pendekatan inovatif, yaitu melalui kamp daring dengan fokus pada “Illustrated Six Categories, Animated Chinese Characters” atau “图解六书,动画汉字”. Kamp ini didasarkan pada pemahaman mendalam terhadap metode pengajaran yang efektif, yang mencakup enam kategori dasar dalam bahasa Tionghoa, yaitu penulisan, pengucapan, kosakata, tata bahasa, percakapan, dan budaya. Dengan memadukan elemen ilustrasi dan animasi, diharapkan para peserta dapat mengembangkan keterampilan bahasa Mandarin secara menyeluruh dan menarik. Selain itu, pelaksanaan kamp secara daring ini diharapkan dapat menciptakan peluang pembelajaran bagi individu di berbagai belahan dunia tanpa terbatas oleh batasan geografis. Dengan demikian, kamp ini tidak hanya berfokus pada aspek linguistik, tetapi juga mempromosikan pemahaman budaya Tiongkok yang lebih mendalam.

Scroll to Top